Yakinlah...
Sejauh apapun jaraknya. Jika dirimu pantas mendapatkannya.
Maka sejauh apapun jaraknya. Akan tetap kamu dapatkan.
.
Yakinlah, jika dirimu menjaga diri, maka engkau akan dapatkan ia yang juga menjaga dirinya.
.
Yakinlah, jika dirimu melandaskan cintamu karena Allah, maka Allah selalu punya cara untuk mempertemukanmu dengan ia yang juga mencintai karena Allah. Bukan dengan ia yang mencintaimu karena nafsu, bukan juga ia yang mencintaimu namun menyeretmu dalam dosa.
.
Percayalah akan janji Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik begitupun sebaliknya.
.
Tak peduli jika disekelilingmu hanya ada laki-laki ahli maksiat. Tak peduli jika disekelilingmu hanya ada laki-laki yang gemar berpacaran. Tak peduli jika disekelilingmu hanya ada laki-laki yang berakhlak buruk. Dan tak peduli jika dimasjid tempatmu hanya diisi oleh lelaki sepuh.
.
Jika dirimu adalah wanita sholehah maka dirimu berhak dan pantas mendapatkan lelaki sholeh. Dan jika dirimu adalah lelaki sholeh tak peduli jika disekelilingmu hanya ada wanita yang gemar membuka aurat dan wanita yang gemar menggoda laki-laki, maka dirimu tetap pantas mendapat wanita sholehah.
.
Begitupun sebaliknya, tak peduli jika disekelilingmu dikelilingi oleh laki-laki sholeh yang gemar ke masjid, jika kualitas dirimu belum pantas maka jangan harap lelaki sholeh datang melamarmu.
.
Tapi yakinlah, jika dirimu berusaha memperbaiki diri maka Allah akan menghadirkan ia yang juga tengah memperbaiki diri.
.
Tak peduli beratus-ratus kilo jaraknya, tak peduli meski ia berbeda kota, tak peduli meski ia ada di pulau seberang, tak peduli meski ia ada di belahan dunia yang lain. Jika ia pantas untukmu, maka Allah hadirkan cara untuk mempertemukanmu.
.
Untukmu yang saling mencintai berlandaskan cinta kepada Allah.
Untukmu yang memusatkan cintamu kepada Allah diatas segalanya. Untukmu yang menjaga cintamu agar senantiasa dalam koridorNya. Jagalah cintamu karena Allah hingga dipertemukan dengan cara indahNya kelak.
Sabtu, 28 Januari 2017
Yakinlah..
"TEMPAT TERAMAN UNTUKMU CALON IMAMKU"
Aku pernah hendak menuliskan namamu di atas pasir. Namun ketika melihat angin kencang, kuurungkan niat itu karena tahu namamu pasti akan terbang dan hilang bersama kepergiannya.
Lalu aku ingin menulis namamu di atas kertas. Namun ketika melihat betapa tipis dan mudahnya kertas itu robek, kembali kuurungkan niat, namamu pasti akan hilang dan terbuang bersama usangnya kertas itu.
Aku berpikir keras, dimana harus menulis namamu. Dan ah! Kulihat batu besar dan sepertinya cocok, pasti namamu akan selamanya terukir disana. Tetapi ketika melihat masih adanya kemungkinan batu itu terkikis oleh air hujan, lagi-lagi tak jadi aku melakukannya.
Kemudian air dan angin menjadi sarana berikutnya. Namun ketika mencoba menulis namamu disana, aku tahu itu adalah hal sia-sia, tak mungkin menulis apa-apa disana, bahkan sebuah titik pun takkan bisa.
Setelahnya kupilih menuliskan namamu dalam hatiku. Tapi seketika aku tersadar, hati ini adalah tempatnya salah, khilaf, dan dosa. Aku takut jika ada engkau disana, disitulah muncul kesempatan untukku untuk mendekati zina.
Pada akhirnya aku sadar..
Tiada tempat paling aman untuk menuliskan nama indahmu..
Disini..
Didalam do'a pada tiap sujud panjangku..
Pada munajat penuh tangisku pada-Nya..
Do'a adalah satu-satunya sarana abadi untuk menggoreskan tinta emas bertuliskan namamu.
Semoga engkau adalah dia..
Yang Allah takdirkan untuk hatinya menjadi tempatku bersandar..
Semoga engkau adalah dia..
Yang Allah gariskan untuk menjadi imamku di dunia dan akhirat..
Semoga kau dan aku kelak akan menjadi kita (^_^).…
Ternyata, Rasulullah Melarang Meminta Oleh-oleh Dari Teman yang Sedang Berpergian
Meminta oleh-oleh ketika sahabat atau keluarga bepergian sudah seperti tradisi bagi masyarakat saat ini, “Jangan lupa oleh-olehnya ya..” adalah kalimat yang biasa terdengar ketika kita atau saudara akan bepergian.
Tapi apakah anda tahu bahwa Nabi Muhammad melarang seseorang muslim untuk meminta – minta dari orang lain, tanpa terdapat kebutuhan yang mendesak. Perbuatan meminta – minta menggambarkan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan juga menampilkan terdapatnya kecendrungan kepada dunia dan juga kemauan untuk memperbanyak harta.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengabarkan barangsiapa yang melaksanakan perbuatan meminta – minta yang hina ini, hingga ia hendak tiba pada hari kiamat dalam kondisi tidak terdapat sepotong dagingpun yang menempel di wajahnya. Ini bagaikan balasan yang sesuai menurutnya kareka minimnya kerasa malu ia buat meminta – minta kepada sesama makhluk.
“Terus – menerus seorang itu suka meminta – minta kepada teman sampai pada hari kiamat ia tiba dalam kondisi di mukanya tidak terdapat sepotong dagingpun,” (HR. Al – Bukhari no. 1474 dan juga Muslim no. 1725).
“Sesungguhnya harta ini merupakan lezat dan juga manis. Hingga siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, tentu dia hendak menemukan berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, hingga ia tidak hendak menemukan berkahnya, ia seperti orang yang makan tetapi tidak sempat terasa kenyang. dan juga tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al – Bukhari no. 1472 dan juga Muslim no. 1717).
Ringankanlah orang yang menempuh Safar karna safar merupakan potongan dari azab. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,
”Berpergian (safar) itu merupakan sebagian dari siksa. dia membatasi seorang dari makan, minum dan juga tidurnya. hingga apabila seorang telah tuntas dari urusannya hendaklah dia lekas kembali ke keluarganya,” (HR Bukhari dan juga Muslim).
“Dikatakan penggalan dari azab, karna safar hendak meninggalkan seluruh yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).
Bisa jadi yang diartikan dicintai ini merupakan keluarga yang dia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan juga lain – lain. Sedang tiap ekspedisi tidak terdapat jaminan hendak dapat kembali, kemudian kenapa kita bebani dengan titipan dan juga amanah yang membebani.
Sekadar panduan buat yang bersafar, buat melindungi kerabat kita dari meminta, bila berkelebihan rezeki hendak lebih indah bila kita berikan sedikit oleh – oleh karna tangan di atas lebih mulia.
Dan panduan buat yang menerima oleh – oleh bersyukurlah atas tiap wujud rezeki yang didapat karna dengan bersyukur kita hendak terus menjadi menemukan nikmat yang banyak.