Matahari masih
enggan menampakkan diri
Tatkala gerimis ritmis dalam kabut yang ungu
Turun
sepanjang gunung dan bukit yang biru
Melihat kali
coklat menjalar ke lautan
Dan
mendengar dengung lebah di dalam hutan
Lalu....
Kini kulihat kau bebuat
Ku dengar kau berbicara
Ketika itu.., negeri masih enggan memandang maju
Saat kota masih nanar sehabis perang
Ya...! Kaulah sang pelita
Mata binar
tak khayal jadi panutan
Sejuk terasa
haluan kata – katamu
Menjadi
sugesti pada diri kami
Hingga jiwa
ini tak sanggup berlari
Ketika itu....,
Sang pelita hadir terangi jiwa yang haus akan ilmu
Dengan semangat kau ajarkan abjad
Dengan rasa penuh kau tanamkan niat ikhlas
Tumbuhkan hasrat pada anak didikmu
Dengan menggoreskan satu tekad pasti
Menjadi pilar generasi penerus bangsa ini
Yang bermuara menjelma sebagai arus
Berbaris di tengah tangisan pertiwi
Lelah
dirimu tak kau risaukan
Hiruk pikuk kehidupan
mengharu biru
Ya.., itu jasa tentang
pengabdian
Bukan jasa tentang
perekonomian
Semangatmu menjadi penghidupan
Untuk kami menjalani
pendidikan
Jangan
pernah kau bosan jadi haluan panutan
Meski pertiwi dalam kesengsaraan
Tak buat henti langkahkan kakimu
Kau kan tetap jadi lilin di tengah kegelapan
Melawan segala kebodohan
Baktimu hanyalah untuk negeri ini..
Terimakasih untukmu
guruku
Sang pelita negeri
ini