Rabu, 08 Maret 2017

Guruku



Matahari masih enggan menampakkan diri
Tatkala gerimis ritmis dalam kabut yang ungu
Turun sepanjang gunung dan bukit yang biru
Melihat kali coklat menjalar ke lautan
Dan mendengar dengung lebah di dalam hutan
Lalu....
Kini kulihat kau bebuat
Ku dengar kau berbicara
Ketika itu.., negeri masih enggan memandang maju
Saat kota masih nanar sehabis perang
Ya...!  Kaulah sang pelita
Mata binar tak khayal jadi panutan
Sejuk terasa haluan kata – katamu
Menjadi sugesti pada diri kami
Hingga jiwa ini tak sanggup berlari
Ketika itu....,
Sang pelita hadir terangi jiwa yang haus akan ilmu
Dengan semangat kau ajarkan abjad
Dengan rasa penuh kau tanamkan niat ikhlas
Tumbuhkan hasrat pada anak didikmu
Dengan menggoreskan satu tekad pasti
Menjadi pilar generasi penerus bangsa ini
Yang bermuara menjelma sebagai arus
Berbaris di tengah tangisan pertiwi
                                Lelah dirimu tak kau risaukan
                                Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
                                Ya.., itu jasa tentang pengabdian
                                Bukan jasa tentang perekonomian
                                Semangatmu menjadi penghidupan
                                Untuk kami menjalani pendidikan
                                Jangan pernah kau bosan jadi haluan panutan
Meski pertiwi dalam kesengsaraan
Tak buat henti langkahkan kakimu
Kau kan tetap jadi lilin di tengah kegelapan
Melawan segala kebodohan
Baktimu hanyalah untuk negeri ini..
         Terimakasih untukmu guruku
         Sang pelita negeri ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar